Simbol Air dalam Injil Yohanes: Kajian Intertekstual atas Pneumatologi dan Identitas Ilahi Yesus
DOI:
https://doi.org/10.58919/juftek.v9i2.328Keywords:
Christology, Gospel of John, Pneumatology, Revelation, Symbol of WaterAbstract
Penelitian ini mengkaji simbol air dalam Injil Yohanes sebagai bahasa wahyu yang mengungkapkan identitas ilahi Yesus dalam kerangka pneumatologi. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kecenderungan studi sebelumnya yang menafsirkan simbol air secara parsial, baik sebagai simbol sakramental maupun metafora spiritual, tanpa melihat keterkaitannya secara menyeluruh dalam struktur naratif Injil Yohanes dan tradisi Yahudi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa simbol air merupakan struktur teologis yang mengintegrasikan kristologi, dan pneumatologi Yohanes. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, melalui analisis teologis-intertekstual terhadap teks-teks Yohanes yang berkaitan dengan simbol air serta hubungannya dengan Perjanjian Lama dan tradisi Yahudi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol air berkembang secara progresif dari makna literal menuju simbol kehidupan ilahi dan Roh Kudus, serta mencapai klimaks dalam peristiwa penyaliban sebagai pencurahan Roh dan kelahiran Gereja. Dengan demikian, air berfungsi sebagai medium pewahyuan yang tidak hanya menjelaskan karya keselamatan, tetapi juga mengungkapkan identitas Yesus sebagai sumber kehidupan ilahi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pneumatologi Yohanes pada dasarnya merupakan ekspresi kristologi dalam bahasa simbolik.
References
Ayres, J. R. (2024). On “ Living Water “: A Baptismal Practical Theology for a Time of Water Crisis. https://doi.org/10.1177/00209643231202796
Bernard, M. C., & Pollatu, M. (2023). Yohanes 3:1-21 percakapan dengan nikodemus. NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora Dan Keagamaan, 4(1), 1–8.
Brown, R. E. (1966). The Gospel According to John I–XII. Doubleday.
Culpepper, R. A. (1987). Anatomy of the Fourth Gospel: A Study in Literary Design. Fortress Press.
Dister, N. S. (2004). Teologi Sistematika 1. PT Kanisius.
Durken, D. (2017). The new Collegeville Bible commentary. Liturgical Press.
Fee, G. D. (2009). God’s Empowering Presence: The Holy Spirit in the Letters of Paul. Baker Academic.
Gary, H., Jonathan, K., & F, S. B. C. (2021). Medical views on the death by crucifixion of Jesus Christ. Baylor University Medical Center Proceedings, 34(6), 748–752. https://doi.org/10.1080/08998280.2021.1951096
Kaligis, S., & Tewu, P. S. (2025). Peran Roh Kudus dalam Yohanes 14 : 16-26 Sebagai Landasan Hidup Bagi Pemuda Kristen Yang Mengalami Insecure. Jurnal Teologi: Educatio Christi, 06(02), 40–55.
Kapojos, S. M. (2023). Konsep “ Tanda “ dalam Injil Yohanes ( The Concept “ Sign “ in the Gospel of Jhon ). 1(2), 92–104.
Koester, C. R. (2008). Word of Life: A Theology of John’s Gospel. Wm. B. Eerdmans Publishing Co.
Kristiyanto, N. (2021). PENGANTAR KITAB NABI-NABI. Sanata Dharma University Press.
Lakonawa, P. (2014). MEMAKNAI SIMBOL-SIMBOL RELIGIUS INJIL YOHANES. HUMANIORA, 5(45), 324–340.
Limbong, O. B. (2024). Air Sebagai Lambang Realitas Baru Kajian Sosio-Ekologi mengenai Air dalam. LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual & Oikumenis, 01(01), 33–47. https://doi.org/10.70418/q6jy1w37
Moloney, F. J. (1998). The Gospel of John. Liturgical Press.
Okoh, B. U., & Simon, J. M. (2025). Investigating John 4 : 13-14 on the Symbolic Importance of Water in African Cultural Setting University of Delta , Agbor , Delta State , Nigeria. 11(1), 81–85.
Sahari, G. (2020). Studi Teologis terhadap Makna Ungkapan “Aku Adalah” (ego eimi) Menurut Injil Yohanes. 6.
Schnackenburg, R. (1982). The Gospel according to St. John. Crossroad Pub.
Schneiders, S. M. (1999). Written that you may believe : encountering Jesus in the fourth Gospel. Crossroad Pub.
Siddiq, A. (2022). MENGENAL TEMA-TEMA POKOK AGAMA KRISTEN. Academia Publication.
Simamora, E., Bastanta, D., & Tarigan, E. S. (2022). Makna Teologis Hari Raya Yahudi Dalam Injil Yohanes. Jurnal Teologi Cultivation, 6(1), 122–142. https://doi.org/http://e-journal.iakntarutung.ac.id/index.php/cultivation%0AMakna
Simamora, R. H., Nizar, H. W., Wenno, L., & Paradi, K. (2025). Konflik Kristologis dalam Injil Yohanes 5:18: Kajian Atas Tuduhan Penyamaan Diri dengan Allah. Jurnal Teologi, 05(02), 110–127. https://doi.org/https://doi.org/10.52489/juteolog.v5i2.259
Sinaga, A. V. (2024). Penggembalaan Spiral : Memaknai Perjumpaan Yesus dengan Perempuan Samaria ( Yoh . 4 : 1-42 ) di Era Postmodern. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika Terakreditasi, 7(1), 121–142. https://doi.org/https://doi.org/10.34081/fidei.v7i1.551
SONG, S.-I. (2019). Water as an Image of the Spirit in the Johannine Literature. PETER LANG.
Theodorus, F., & Maiaweng, P. C. D. (2018). Pneumatologi Berdasarkan Yohanes 14 : 16-17 Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Orang Percaya. 16–17.
Thinane, J. (2023). Uncovering Covert Syncretic Holy Water among ANPCs in South Africa. Religions, 14(9). https://doi.org/https://doi.org/10.3390/rel14091139
Tolanda, Y. (2024). Komunikasi Injil Yang Efektif Berdasarkan Yohanes 4 : 1-26. REI MAI : JURNAL ILMU TEOLOGI DAN PENDIDIKAN KRISTEN, 2(1), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.69748/jrm.v2i1.80
Yesilia, N., Monika, L. M., & Natalia, D. (2024). Doktrin Roh Kudus ( Pneumatologi ). Jurnal Magistra, 2(4). https://doi.org/https://doi.org/10.62200/magistra.v2i4.169






