PERANAN PEREMPUAN DALAM MENGHIDUPI ENSIKLIK FRATELLI TUTTI
DOI:
https://doi.org/10.58919/juftek.v5i2.25Keywords:
Ensiklik Fratelli Tutti, persaudaraan, persahabatan sosial, peranan perempuan.Abstract
Ensiklik Fratelli Tutti dari Paus Fransiskus mengajak semua orang untuk menggalang persaudaraan dan persahabatan sosial dengan membangun sikap kemurahan hati. Di sisi lain, kaum perempuan, yang seringkali diperhitungkan sebagai kaum yang lemah, justru sesungguhnya memiliki peranan yang penting di dalam menghidupi ensiklik ini. Tulisan ini membahas peranan dan nilai yang terdapat dalam diri perempuan, baik yang dimiliki secara kodrat, maupun dalam tugas panggilannya di dalam pendidikan, dalam komunitas dan Gereja, dalam keluarga, serta dalam hidup bernegara untuk terbentuknya pemahaman yang lebih baik dari kedalaman isi ensiklik ini. Kekhasan yang dimiliki oleh kaum perempuan terutama memberikan tempat bagi terciptanya sikap kepedulian, dialog, dan menjadi penggerak nilai- nilai keutamaan yang berguna untuk memupuk sikap persaudaraan dan persahabatan sosial.
References
Magisterium Gereja Apostolicam Actuositatem (Dekrit tentang Kerasulan Awam; 18 November 1965).
Gaudium et Spes (Konstitusi Pastoral tentang Gereja di dalam Dunia Modern; 7 Desember 1965).
CONGREGATION FOR THE CLERGY, Ratio Fundamentalis Institutionis Sacerdotalis (The Gift of the Priestly Vocation, 8 Desember 2016).
FRANSISKUS, Fratelli Tutti (Ensiklik tentang Saudara-Saudari Semua; 3 Oktober 2020).
Katekismus Gereja Katolik (terj. H. EMBUIRU), cet. II, Para Waligereja Regio Nusa Tenggara, Ende 2201.
YOHANES PAULUS II, Mulieris Dignitatem (Surat Apostolik tentang Martabat dan Panggilan Kaum Wanita; 15 Agustus 1988).
Buku
DARMAWIJAYA, S., Perempuan dalam Perjanjian Lama, Kanisius, Yogyakarta 2003. GALLARES, Judette A., Model-Model Keberanian. Spiritualitas Kaum Perempuan dalam Injil- Injil dari Sudut Pandang Asia dan Dunia Ketiga, LPBAJ, Maumere 2002.
KOMISI SPIRITUALITAS, Memahami Cakrawala Perempuan, Seri Berkasut 1, Komisariat Karmel, Medan 1998.
O’COLLINS, Gerald – FARRUGIA, Edward G., Kamus Teologi, Kanisius, Jakarta 1996.
STEIN, Edith, The Collected Works of Edith Stein. Essays on Woman, ICS Publications, Washington D. C, 1996.
, La donna, Citta Nuova, Roma 1968.
TINAMBUNAN, Edison R. L., “Panggilan Perempuan menurut Edith Stein”, dalam Perempuan menurut Pandangan Edith Stein, Dioma, Malang 2003.
Artikel
MANDARU, Hortensius F., “Duet Pembebasan: Tuhan & Para Perempuan”, dalam Wacana Biblika, 21, 2 (2021), 76-83.MARSELI, Madalena, “Miryam”, dalam Wacana Biblika, 21, 2 (2021), 67-75.
SUGONO, Dendy et. al. (ed.), “empu”, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen
Pendidikan Nasional, Gramedia, Jakarta 2008, 370.
Internet
HARRIS, Elise, “We’ve All Got It Wrong about Women in the Catholic Church”, dalam
https://www.catholicnewsagency.com/amp/news/weve-all-got-it-wrong-about- women-in-the-catholic-church-25156 (diakses tanggal 16 April 2021).
MASOTTI, Adriana – SPERANZA, Fausta, “Donne protagoniste del cammino per vivere la Fratelli tutti”, dalam https://www.vaticannews.va/it/chiesa/news/2021-03/donne-fratelli-tutti- enciclica-papa-francesco-unione-religioni.html (diakses tanggal 7 Juni 2021).
PARHANI, Siti, “Antara Wanita dan Perempuan, Apa Bedanya?”, dalam https://magdalene.co/
story/antara-wanita-dan-perempuan-apa-bedanya (diakses tanggal 24 Juni 2021).
VATICAN NEWS, “In Segretaria di Stato un sottosegretario donna: Francesca Di Giovanni”,
dalam Error! Hyperlink reference not valid. (diakses tanggal 16 April 2021).
VELADIANO, Mariapia, “Then Seminary Opened to a Young Laywoman”, dalam https://www.osservatoreromano.va/en/news/2021-02/then-seminary-opened-to-a- young-laywoman.html (diakses tanggal 10 Maret 2021).
Downloads
Published
Versions
- 2023-07-11 (2)
- 2022-12-20 (1)






