Membentuk Karakter Anak dengan Gembala yang Baik: Perspektif Yehezkiel 34:1-6

Authors

  • Miryam Sunbanu Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta
  • Nirwana Sunbanu Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta
  • Malik Bambangan Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.58919/juftek.v9i1.208

Keywords:

Character Formation, Shepherd, Parents

Abstract

In the era of globalization, the world is increasingly developing rapidly, humans no longer pay attention to ethics, morals, and human character. The author sees the role of various parties as very necessary, namely from  parents and especially from a shepherd who is entrusted by God in controlling children who have fallen into the current of the development of the era. So in this case, the role of a serious shepherd is very necessary to educate and shape the character of good children. This article offers how a shepherd can play a role in the formation of a child’s character. The author is aware that currently most children are experiencing a character crisis that is not controlled by the influence of the era of technological and scientific development. Therefore, the shepherd is expected to carry out his duties well, earnestly and in accordance with the teachings and learning of the Christian faith. The goal is to form and create a good generation, with noble morals, responsible and has a character like Christ.

References

Ambarita, J. (2021). Pendidikan karakter kolaboratif. Inteligi.

Anouw, Y. (2023). Karakteristik seorang gembala sidang dan pertumbuhan gereja. CV Ruang Tentor.

Arifianto, Y. A. (2021). Peran guru pendidikan agama Kristen dalam pendidikan etis-teologis mengatasi dekadensi moral di tengah era disrupsi. Jurnal Pendidikan Agama Kristen Regula Fidei, 6(2), 362–387.

Dimara, R. F. (2022). Pola asuh guru bagi pembentukan karakter anak usia dini di PAUD STAKIN Distrik Sentani Kota. STAK AGJ.

Frederik, H. (2020). Prinsip-prinsip kepemimpinan penggembalaan berdasarkan Yohanes 10:1–21 dan implementasinya dalam kepemimpinan gereja. Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 1(2), 69. https://doi.org/10.25278/jitpk.v1i2.487

GP, H. (2020). Pastoral sebagai strategi penggembalaan untuk menuju gereja yang sehat dan bertumbuh. Andi Offset.

Gulo, R. P. (2022). Signifikansi kepemimpinan Musa terhadap guru pendidikan agama Kristen dalam mengajar. Edukasi: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 13(1), 14–22. https://doi.org/10.47562/edk.v13i1.236

Gulo, R., & Hendi, H. (2021). Konsep belas kasihan menurut Injil Matius 18:23–35. Bonafide: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 2(2), 195–213. https://doi.org/10.46558/bonafide.v2i2.70

Gultom, J. M. P. (2022). Kepemimpinan gereja lokal dalam pengembangan kepemimpinan generasi “Z” pekerja migran Kristen Indonesia di Malaysia. Teruna Bhakti, 5(1), 89–106.

Heluka, E., & Mbelanggedo, N. (2025). Pendidikan agama Kristen di era Society 5.0: Mengembangkan literasi digital berbasis nilai-nilai Kristiani bagi peserta didik. Imitatio Christo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 76–92. https://doi.org/10.63536/imitatiochristo.v1i1.6

Ismail, J. K. (2012). Pengantar metodologi penelitian pendidikan agama Kristen. Perpustakaan STT Arastamar Wamena.

Ismail, J. K. (2024). Pedagogis Imitatio Paulus. Penerbit Adab.

Malik. (2020). Integrasi karakter hamba Tuhan ke dalam pelayanan dalam bingkai teologi Matheus Mangentang. Phornesis: Jurnal Teologi dan Misi, 3(1), 53–54.

Mawa, W. O. (2020). Strategi optimalisasi kinerja kepemimpinan gereja lokal. Integritas: Jurnal Teologi, 2(1), 77–94. https://doi.org/10.47628/ijt.v2i1.25

Osvaldo, O. (2022). Tanggung jawab guru PAK dalam merubah karakter peserta didik usia 10–12 tahun di SD YPK 23 Sion Sidey. STAK AGJ.

Padakari, S. L., & Gulo, R. P. (2025). Teologi dan keadilan sosial: Peran gereja dalam merespons ketimpangan global. Jurnal Tumou Tou, 12(1), 41–52. https://doi.org/10.51667/tt.v12i1.1973

Pattinama, Y. A. (2018). STTE pastoral konseling menurut Yehezkiel 34:16 sebagai upaya pemulihan mental. [Jurnal tidak disebutkan], 3(2), 172–183.

Prasetyo, Y. A. (2012). Tafsir kontekstual Perjanjian Lama. Kanisius.

Salassa, A., Rombe, R., & Parinding, J. F. (2023). Pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum Merdeka Belajar menurut Ki Hajar Dewantara pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen. Jurnal Pendidikan dan Keguruan, 1(6), 541–554.

Sianipar, D. (Ed.). (2024). Inovasi pendidikan agama Kristen di era artificial intelligence. CV Widina Media Utama.

Silalahi, M., Sagala, R. W., Hendriks, A. C., & Sinaga, J. (2023). Karakteristik kepemimpinan Kristen melalui keteladanan Yesus dalam melayani berdasarkan Markus 10:43–45. Jurnal Teologi dan Pelayanan Kerusso, 8(1), 53–61. https://doi.org/10.33856/kerusso.v8i1.272

Sriyanto, B., & Ganda, R. (2019). Persepsi gembala sidang tentang peran penginjil, gembala dan guru dalam pelayanan gerejawi di GPdI se-Kabupaten Bondowoso. DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 2(2), 76–90.

Topayung, S. L. (2023). Urgensi kepemimpinan Kristen di era Society 5.0. KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat, 3(2), 111–124.

Tubagus, S. (2020). Makna kepemimpinan Daud dalam Perjanjian Lama. KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat, 1(1), 56–67.

Wiley, J., & S. (2016). Introduction to qualitative research methods: A guidebook and resource. New Jersey.

Yoel Benyamin. (2022). Penerapan syarat-syarat bagi gembala jemaat berdasarkan Kitab 1 Timotius 3:1–7. Teologi dan Misi, 2(2).

Zai, N. (2022). Kajian biblika tentang klausa “Aku datang bukan membawa damai, melainkan pedang” berdasarkan Matius 10:34–36. STT SETIA Jakarta.

Downloads

Published

2025-07-23

How to Cite

Miryam Sunbanu, Nirwana Sunbanu, & Malik Bambangan. (2025). Membentuk Karakter Anak dengan Gembala yang Baik: Perspektif Yehezkiel 34:1-6. Jurnal Filsafat Dan Teologi Katolik, 9(1), 38–48. https://doi.org/10.58919/juftek.v9i1.208