Urgensi Berpikir Kritis dalam Pemanfaatan Media Sosial untuk Katekese Digital
DOI:
https://doi.org/10.58919/juftek.v9i1.200Keywords:
Catechesis, Critical thinking, Digital mediaAbstract
This article discusses the urgency of critical thinking skills in utilizing social media as a means of digital catechesis. Amidst the rapid and diverse flow of information in the digital era, critical thinking becomes an essential skill to avoid the spread of inaccurate or misleading information, especially in the context of conveying the teachings of faith. Social media does offer great potential as a medium for evangelization and catechesis, but the main challenge is the validity of the content which is often not verified. Therefore, digital catechesis teachers and participants are required to be able to analyze, evaluate, and filter information selectively and objectively. This article also outlines strategies for developing critical thinking skills, such as media literacy training, guided discussions, and the use of interactive content. By strengthening critical thinking skills, digital catechesis is expected to become an educational and transformative means in conveying faith values relevantly and responsibly in the digital space.
References
Agu, E. (2024). Katekese upaya suksesi pertumbuhan iman umat. Jurnal Kateketik dan Pastoral, 9(1), 1–13. https://doi.org/10.53544/sapa/V9i1.484
Andreas Jimmy, Rahawarin, B. A., & Nugroho, S. (2023). Peran katekese digital sebagai media pembinaan iman kaum muda Kristiani. Lumen: Jurnal Pendidikan Agama Katekese dan Pastoral, 2(1), 114–125. https://doi.org/10.55606/lumen.v2i1.150
Dessy, A. (2024). Peran katekis dalam tantangan karya katekese digital. Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, 4(1), 1–119. https://doi.org/10.52110/jppak
Halimah, N. (2025). Menerapkan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari: Studi kasus penanganan berita hoaks. Jurnal Ilmiah, 1(3), 40–44.
Ikhsan, F., Muizunzila, F. A., & Marzuky, N. R. (2024). Pengaruh media sosial terhadap pola hubungan sosial di era digital. Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa, 2(1), 30–34.
Jristeno, M. R., & Tarihoran, E. T. (2024). Katekese digital: Cara Gereja menghadapi tantangan komunikasi iman di era digital. Jurnal Pendidikan Katolik, 4(1), 36–45. http://156.67.214.213/index.php/vocat/article/view/414
Komisi Kateketik KWI. (2014). Katekismus Gereja Katolik. Obor.
Komisi Kateketik KWI. (2015). Hidup di era digital. Kanisius.
Komisi Kateketik KWI. (2020). Katekese umat dari masa ke masa (3rd ed.). Kanisius.
Konferensi Waligereja Indonesia. (2019). Inter Mirifica (R. Hardiwiryana, Ed.). Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI. https://doi.org/10.2307/j.ctvt9k169.13
Lelangwayan, P. D., & Pius X, I. (2024). Membangkitkan semangat orang muda Katolik dalam berkatekese. Jurnal Magistra, 2(2), 121–129.
Lema, M., & Pius X, I. (2024). Peran media sosial dalam katekese guna membangun iman di era digital. Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik, 2(2), 239–250. https://doi.org/10.61132/jbpakk.v2i2.313
Muarifillah, A. S., Qur’aini, Y., & Saswani, F. (2024). Penguatan literasi informasi: Bentuk pencegahan berita hoaks dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1(4), 61–71. https://doi.org/10.61722/jmia.v1i4.1874
Ndruru, D. J., Mulyatno, C. B., Subali, Y., & Antony, R. (2023). Pengalaman bermedia sosial kaum religius di era digital. Jurnal Kewarganegaraan, 7(1), 213–221.
Paus Fransiskus. (2015). Laudato Si’ (Seri Dokumen Gerejawi No. 98).
Rahayu, A. D., & Pius X, I. (2023). Transformasi media digital dalam katekese kontekstual: Studi kasus terhadap pengelolaan pelayanan Gereja-Gereja kontemporer. Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik, 1(4), 19–26.
Rahmat, S. T. (2019). Pola asuh yang efektif untuk mendidik anak di era digital. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, 10(2), 143–161. https://doi.org/10.36928/jpkm.v10i2.166
Sari, K. (2024). Penerapan berpikir kritis dalam mengenali berita hoaks di media sosial oleh generasi Z. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial Politik, 2(2), 526–529. https://doi.org/10.62379/jiksp.v2i3
Sihombing, E. S., Gumilar, J. F., & Daslan, M. (2024). Peran Gereja dalam membangun komunikasi sosial melalui terang dekrit Inter Mirifica. Focus, 5(1), 51–66. https://doi.org/10.26593/focus.v5i1.7771
Simarmata, J., Iqbal, M., Hasibuan, M. S., Limbong, T., & Albra, W. (2019). Hoaks dan media sosial: Saring sebelum sharing (A. Rikki, Ed.; 1st ed., October Issue). Yayasan Kita Menulis. https://www.researchgate.net/publication/336320022_Hoaks_dan_Media_Sosial_Saring_sebelum_Sharing
Syahputra, R. A., Maliza, N. O., Kasmawati, & Putri, C. W. A. (2024). Strategi peningkatan kesadaran data dan informasi masyarakat di era digital. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 5(3), 3164–3171.
Tampubolon, M., & Siregar, A. S. (2022). Pentingnya etika dalam bermedia sosial. Jurnal Hukum Indonesia, 1(1), 30–33. https://doi.org/10.58344/jhi.v1i1.3
Tamukun, A. Y. L. (2024). Keterampilan digital untuk katekis dan pastor dalam menjangkau generasi muda digital. Euentes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik, dan Pendidikan Agama Katolik, 3(1), 19. https://doi.org/10.58586/je.v3i1.82
Widiatna, A. D. (2020). Transformasi pendidikan calon katekis dan guru agama Katolik di era digital. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 20(2), 66–82. https://doi.org/10.34150/jpak.v20i2.280






