Kajian Teologis Gereja Yang Kelihatan dan Tidak Kelihatan

Authors

  • Surimawati Laia Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar
  • Abad Jaya Zega Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar

DOI:

https://doi.org/10.58919/juftek.v8i2.197

Keywords:

Body of Christ, Church Theology, Invisible Church, Spiritual Fellowship, Visible Church

Abstract

This study explores the concepts of the visible and invisible Church using a qualitative approach with theological and historical methods. The invisible Church is understood as the true spiritual fellowship of all believers, known only to God, while the visible Church refers to the tangible institution that includes buildings, congregations, organizational structure, and leadership. Throughout Christian history, perspectives on the nature of the Church have varied—some emphasize its spiritual and universal aspects, while others focus on its organizational and institutional dimensions. Through the analysis of biblical passages such as Ephesians 1:22–23 and Colossians 1:18, along with theological insights and historical development, this study finds that a proper understanding of the Church must encompass both dimensions. Misinterpretation between these two concepts can lead to a limited understanding of the Church. The study affirms that the Church is not confined to formal institutions but is also the body of Christ comprising all true believers worldwide. By understanding the balance between the visible and invisible Church, Christians are encouraged to live in unity, strengthen their faith, and take an active and responsible role within church life. This understanding offers a broader perspective for living a more holistic and impactful faith life.

References

Aldrin Purnomo, Y. S. (2020). Tantangan dan strategi gereja menjalankan misi Allah dalam menghadapi penerapan industri 4.0 di Indonesia. Jurnal Teologi Kharisnatika, 3(2), 100.

Andi, R., Stevi OlanLembang, W. A., Lembang, W. A., & Salom, Y. (2025). Dampak pemahaman teologi anugerah terhadap pertumbuhan iman jemaat. HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, 3(3), 420.

B., A. (2019). Kepemimpinan Kristen dan refleksi bagi pemimpin gereja masa kini. Jurnal Paria, 6(1), 123.

Butar-Butar, H. T. M., Paparang, S. R., & Belo, Y. (Eds.). (2023). Aku klik maka aku menginjil: Apa dan bagaimana misiologi digital? Penerbit Views.

Gulo, R. P., Silaen, R. T., Zai, E., & Mbelanggedo, N. (2024). Distingsi teologis antara Hukum Musa dan Sepuluh Hukum Tuhan: Sebuah kajian reinterpretatif. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 5(2), 86–102. https://doi.org/10.46445/jtki.v5i2.889

Harefa, A. M. (2023). Eksistensi guru sekolah minggu dalam meningkatkan digital quotient kepada anak. Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat, 1(2), 60–70.

Inriani, E. (2021). Strategi gereja memaksimalkan Tri Panggilan Gereja pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Teologi Pambelum, 1(1), 99.

Ismail, J. K., Gulo, R. P., & Rangga, O. (2025). Pengenalan artificial intelligence sebagai asisten digital dalam penulisan artikel ilmiah bagi dosen di STAK Arastamar Grimenawa Jayapura. Jurnal PkM Setiadharma, 6(1), 69–83.

Jamsah Sigalingging, M. M., & Djanne Tando, M. T. (2022). Sejarah gereja.

Martha Tesalonika, M., Nelyani, I., & Onmilka, K. (2024). Doktrin gereja: Eklesiologi. Jurnal Magistra, 2(3), 191–192.

Padakari, S. L., & Gulo, R. P. (2025). Teologi dan keadilan sosial: Peran gereja dalam merespons ketimpangan global. Jurnal Tumou Tou, 12(1), 41–52. https://doi.org/10.51667/tt.v12i1.1973

Riemer, G. (2009). Gereja-gereja Reformasi di Indonesia: Asal, sejarah, dan identitasnya. BPK Gunung Mulia.

Salurante, T., Bilo, D. T., & Kristanto, D. (2021). Transformasi komunitas misi: Gereja sebagai ciptaan baru dalam Roh Kudus. KURIOS, 7(1), 136–146.

Sianipar, D. (Ed.). (2024). Inovasi pendidikan agama Kristen di era artificial intelligence. CV Widina Media Utama.

Simamora, N. N. (2021). Gereja yang sehat dan tugas pemberdayaan jemaat. Prosiding Seminar Nasional STT Sumatera Utara, 1, 66.

Simarmata, A. (2023). Ekklesiologi: Gereja sebagai tubuh Kristus menurut Paulus dalam 1 Korintus 12:12–26 dan tanggung jawab gereja memelihara kesatuan dalam interdenominasi. ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 6(2), 91–105. https://doi.org/10.54024/illuminate.v6i2.218

Situmorang, J. T. H. (2021). Eklesiologi: Gereja yang kelihatan dan tak kelihatan. ANDI.

Sukarman, T. (2021). Gereja yang bertumbuh dan berkembang. ANDI.

Tampenawas, A. R. (2020). Pandangan eklesiologi Calvin mengenai politik praktis dalam pelayanan gereja. Jurnal Teologi Kristen, 1(2), 119.

Waruwu, D. P. S. (2022). Makna gereja kelihatan, tidak kelihatan dan gereja surgawi menurut St. Ephrem. Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2, 83–84.

Waskito, P. (2024). Pengudusan gereja: Melihat kembali atribut gereja yang kudus. Jurnal Teologi Reformed Injili, 11(2), 147.

Wijaya, H. (2016). Metodologi penelitian pendidikan teologi. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.

Zaluchu, J. (2019). Profil rasul Paulus dalam surat 1 Korintus dan relevansinya bagi hamba-hamba Tuhan di Gereja Pantekosta di Indonesia Rungkut Surabaya. Keruso, 4(2), 15.

Downloads

Published

2025-01-31

How to Cite

Surimawati Laia, & Abad Jaya Zega. (2025). Kajian Teologis Gereja Yang Kelihatan dan Tidak Kelihatan. Jurnal Filsafat Dan Teologi Katolik, 8(2), 54–66. https://doi.org/10.58919/juftek.v8i2.197